kami hanya karyawan biasa
bekerja di redaksi
jarang ngerumpi yang tak perlukami mencintai pekerjaan ini
tapi kami saksikan dan rasakan
redaksi adalah kasta hina
menjadi budak orang-orang bisnis
kami mencintai perusahaan ini
tapi suara kami tak pernah didengar
akses ke pucuk pimpinan terhambat
masukan kami selalu dimentahkan orang bisnis
kami orang produksi
kami dihina
mereka orang bisnis
adalah dewa
dewa selalu benar
kalau salah harus dianggap benar
dewa tak punya rasa malu
dewa tak punya rasa bersalah
melihat orang di-phk bukan atas kesalahan sendiri akan membuat mereka bersulang, “memang itu jatah mereka para babi yang ada di redaksi huahahahahahaha”
tawa setani mereka
menyusup dari lantai ke lantai
melalui lift dan tangga darurat
berceceran di toilet dan parkiran
salam hormat untuk semua teman di sini.
Oleh: ndoro kakung on Juni 5, 2007
at 6:04 pm
Ikut prihatin .. ketika idealisme tertimpa materi. Tapi, bukankah disetiap hambatan selalu ada peluang untuk lebih baik lagi. Banyak fakta membuktikan, justru dengan adanya hambatan, hidup menjadi lebih baik lagi. Good luck dan tetap semangat bro.
Oleh: erander on Juni 6, 2007
at 1:15 am
aKU JUGA TURUT, INGIN menaNGIS BERSAMA KALIAN! nEVER GIVE UP lah. LanJutkan saja perjuangan! Salam!
Oleh: Kang Tutur on Juni 7, 2007
at 2:49 am
So, idealisme media = idealisme bisnis??
Oleh: Dee on Juni 7, 2007
at 3:12 am
kasian juga ya??
Oleh: Roffi on Juni 7, 2007
at 1:46 pm
hmm…
Oleh: Biho on Juni 7, 2007
at 11:39 pm
ya udah…kumpulin duit..kemudian bikin perusahaan sendiri aja…gitu aja kok repot
Oleh: bagyanugraha on Juni 8, 2007
at 5:50 am
tau blog ini dari blog enda.
tetap semangat, setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. mudah2an membuka pintu rizki yg slm ini t’tutup.
Oleh: ibunyaadin on Juni 8, 2007
at 6:14 am
Pernah g ngerasa jadi pekerja profesional (waktu, tenaga, pikiran) tapi dapet gaji amatiran?
Oleh: neri on Juni 8, 2007
at 8:54 am
jalan penuh debu, onak berduri ntar bakalan sampai juga bos. Orang bali bilang ’sabar’ , orang sabar disayang tuhan.
Oleh: balibuddy on Juni 9, 2007
at 5:26 am
setali tiga uang…sama aja dengan tempat kerja gw…but selama belum dapet pengganti, yah lebih baik diam (daripada sok vokal tapi gak di dengerin…) Kayaknya udah typicalnya petinggi2 di Indonesia kayak gitu yah… Idealisme=NO but Menjilat=YES !!!
Cuapeee deeeehhh….
Oleh: Arwen on Juni 12, 2007
at 1:16 am
maju terus ..saya dukung ..:D mau coba coba remehkan blog silakan ajaaa ehehehehehehe
Oleh: kaku on Juni 14, 2007
at 9:17 am
Kulo nuwon…
Bukan cuma orang redaksi aja kok
yang ngerasain itu..Di bisnis juga auranya
udah g asyik sekarang..
Oleh: mel on Juni 21, 2007
at 9:26 am
Bapak,ibu,Mas,Mbak
Memang cari kerja sangat sulit lebih baik belajar berwirausaha supaya tidak dianggap remeh
Oleh: Wirya Laksana on Juni 29, 2007
at 2:00 pm
tidak ada salahnya pak belajar berbisnis coba bukan situs http://www.krching.com gabungnya gratis yang diperlukan hanya refernsi Wirarich potensi penghasilan AUD $3000
Oleh: Wirya Laksana on Juni 29, 2007
at 2:04 pm
Ada kata bijak bilang “Mencoba Kemudian Gagal Jauh Lebih Baik Ketimbang Tidak Melakukan Apapun”
dan kata bijak yang kedua yang saya jadikan cermin ” Jika Kita Pernah Gagal, Bukan Berarti Selamanya Kita Akan Gagal ”
Bapak,ibu,Mas,Mbak kata-kat ini yang membuat diri saya berani mengambil keputusan bergabung di bisni ini Gabung Sudah Gratis.. artinya resiko sudah tidak ada dan kalau mau menjalankan bisa belajar terlebih dahulu
apalagi yang di tunggu segera masuk situnya http://www.krching.com Refferernya WIRARiCH
Oleh: Wirya Laksana on Juli 26, 2007
at 10:52 am
Mas…mas. Kalau gak kerasan kerja…keluar aja, gak usah bikin blog sakit hati, tapi bikin aja koran sakit hati, tv sakit hati, ama radio sakit hati. Lima puluh tambah limah puluh…cuapekkk deh…
Oleh: Ian Andrianto on Juli 27, 2007
at 9:53 am
Kawan, turut berduka atas nasib yang menimpa kalian, teruslah berjuang dapatkan hak-hak kalian, jangan mau habis manis sepah dibuang. Yang aku heran kenapa jurnalis dan mass media yang lantang teriak soal nasib buruh abai dengan nasib kawan-kawan produksi yang dinistakan oleh pemilik media? Benarkah jurnalis adalah kaum pengecut di hadapan pemilik media? Ohh…. mengerikan!
Oleh: emhade on Agustus 15, 2007
at 5:43 am
Sudah 7 Bulan saya jalankan super market on line ini saya dapatkan income AUD$ 66,000 ayo tunggu apalagi kata bijak mengatakan “MANUSIA SUKSES Adalah MANUSIA yang BERANI Menarik GAMBARAN SUKSES yang ada di DALAM PIKIRANNYA dan Sekaligus BERANI MEWUJUDKANNYA” saya berani mengambil keputusan, saya yakin ” Kesuksesan bukan MILIK orang-orang tertentu Kesuksesan MILIK SAYA, ANDA, DAN MILIK SIAPA SAJA , yang Benar-benar MENYADARI, MENGINGINKAN, DAN MEMPERJUANGKAN DENGAN SEPENUH HATI” . bapak /ibu/Mas/Mbak “Nasib kita di kehidupan ini bukan terjadi secara kebetulan, tetapi akibat pilihan-pilihan kita dimasa lalu” Sukses atau gagal adalah pilihan kita, Tentu sitiap orang dimuka bumi ini menginginkan SUKSES, silahkan email saya “wiryalaksana@yahoo.com” Kalau bapak/ibu/mas/mbak ingin dapatkan informasi lebih lanjut …….
Oleh: wirarich on Desember 19, 2007
at 11:09 am
Tampaknya blog ini tidak ada posting baru lagi ya
Oleh: Haryantoblog on Februari 8, 2008
at 4:33 pm